Rabu, 04 Juli 2012

Proses Pembuatan Tahu


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Salah satu jenis makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat dunia juga mengenal dan akrab dengan jenis makanan yang satu ini. Tahu merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar kacang kedelai. Tahu biasanya diproduksi oleh pabrik-pabrik tahu dengan skala menengah, yaitu lebih rendah dalam jumlah produksinya dibanding dengan perusahaan elektronik atau perusahaan lainnya namun ada beberapa juga pabrik tahu yang sudah dapat berproduksi dengan skala besar. Karena tahu merupakan jenis makanan yang tidak tahan lama sehingga rata-rata usaha ini hanya dilakukan oleh produksi dalam skala rumahan. Tidak hanya itu, tahu juga menjadi salah satu ciri khas atau makanan khas dari suatu daerah, sebut saja Sumedang. Siapa yang tidak mengenal tahu kepong atau tahu sumedang ini. Walau banyak jenis tahu yang beredar dengan berbagai bentuk dan jenis, namun tahu tetap saja menjadi salah satu makanan favorit pilihan masyarakat. Tidak hanya jenis tahu yang bervariasi, tapi tahu juga selalu dijadikan menu tambahan atau campuran dari makanan lainnya. Itulah sekilas info mengenai tahu.
Disini saya akan menjelaskan tentang cara atau proses dalam pembuatan tahu. Kebetulan orang tua saya bekerja sebagai wiraswasta yang bergerak dibidang pabrik tahu. Sehingga pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan mengenai proses pembuatan tahu dari proses penimbangan, perendaman, penggilingan, perebusan, pembiangan atau peragian, pencetakan hingga sampai menjadi produk jadi yang siap dijual dan disantap. Berikut ini proses pembuatan tahu yang akan saya coba jelaskan.


1.2       PERUMUSAN MASALAH
            Perumusan masalah digunakan supaya masalah yang diambil tidak semakin melebar dan sesuai dengan isi yang terkait dalam makalah ini. Masalahnya adalah bagaimana proses pembutan tahu.
           
1.3.      TUJUAN PENULISAN
            Tujuan penulisan makalah ini secara umum adalah untuk memberitahukan kepada para pembaca tentang proses pembuatan tahu secara konvensional dan beberapa informasi penting lainnya seperti omset yang didapat. Sedangkan tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Proses Manufaktur yang diberikan.

1.5.      SASARAN PENULISAN
            Makalah ini dibuat dengan sasaran penulisan awal aktivitas akademika Universitas Gunadarma. Namun tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang diluar Universitas Gunadarma untuk ikut membacanya.

1.6.      MANFAAT  PENULISAN

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Agar pembaca dapat mengetahui proses pembuatan tahu secara konvensional.
2.      Agar pembaca memiliki konsep yang jelas mengenai bisnis tahu.
3.      Agar bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.







BAB II
PROSES PRODUKSI
A. Proses Pertama
Proses pertama dalam tahu dimulai dari pemilihan bahan baku atau kacang kedelai dengan kualitas bagus. Disini kami menggunakan kacang cap Bintang yang merupakan salah satu jenis kedelai yang cukup baik dan cocok dalam pembuatan tahu.
Berikut ini merupakan alat, mesin, dan bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan tahu.
v    Bahan-bahan:
·           Kacang Kedelai
·           Air
·           Biang tahu
v     Alat
  • Ember besar (Tahang)
  • Tampah (Tangggok)
  • Kain Saring atau kain blancu
  • Kain pengaduk
  • Cetakan
  • Keranjang
  • Rak bambu
  • Tungku atau kompor
·         Alat penghancur / mesin penggiling
·           Kayu bakar sebagi bahan bakarnya
Selanjutnya yaitu proses penimbangan, biasanya kedelai dikemas dalam karung dengan berat 50 kg untuk setiap karungnya. Pada proses penimbangan dibutuhkan -/+ 10 kg untuk setiap bak yang dipakai sebagai tempat perendaman. Selanjutnya adalah proses perendaman kedelai yang direndam bersamaan dengan air. Pada proses perendaman dibutuhkan waktu kira-kira setengah jam supaya kacang yang direndam dapat mekar agar mudah untuk masuk dalam proses

B.                 Proses Kedua
Pada proses kedua ini masuk dalam tahapan penggilingan kacang kedelai yang telah direndam tadi selama 30 menit untuk selanjutnya di giling atau dihaluskan menggunakan mesin yang biasa disebut gilingan. Mesin ini sebenarnya terdiri dari beberapa bagian penting, seperti dinamo yang berfungsi sebagai motor penggerak tali atau linden yang nantinya akan berputar. Karena perputaran dari tali linden tersebutlah kacang dapat tergiling dengan sempurna. Tidak hanya itu, ada satu lagi bagian dari mesin dinamo ini yang sangat memiliki peran penting yaitu corong sebagai wadah kacang yang nantinya akan turun perlahan-lahan kebagian dua batu yang berbentuk bulat yang saling bertemu dan bergerak akibat dari perputaran tali yang digerakkan oleh dinamo motor tersebut sehingga batu tersebut menggerus dan menghaluskan kacang kedelai tersebut menjadi benar-benar halus dan berubah menjadi cairan kental yang biasa disebut Aci yang berasal dari perendaman kedelai yang dicampur dengan sedikit air sebagai penetralnya yang akan memperlancar hasil penggilingan masuk kedalam bak untuk menghadapi proses selanjutnya.
Gambar 1: Salah satu contoh jenis mesin giling
C.                Proses Ketiga
Pada proses ketiga ini adalah tahapan untuk proses perebusan hasil penggilingan kacang kedelai diatas. Pada proses perebusan yang menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan bakarnya. Kayu ini didapat dari hasil sisa-sisa bangunan yang sudah tidak terpakai atau bekas hasil penebangan pohon yang kemudian dijual kepada kami dengan harga jual yang cukup mahal. Mengingat kayu merupakan salah satu jenis bahan bakar  yang sulit untuk diperbaharui.
Pada bagian atau tahapan perebusan terdapat tungku besar yang telah terisi air dengan tambahan beberapa pipa besar sebagai tempat mengalirnya uap panas yang akan mendidihkan hasil dari penggilingan kedelai yang telah di jelaskan diatas.
Pada tungku besar yang telah terisi air ini kemudian didihkan melalui proses pembakaran kayu dengan bantuan mesin lainnya yaitu Blower sebagai sumber tenaga angin untuk membuat kayu bakar tersebut dapat menyala dengan besar sehingga proses pendidihan cepat. Setelah air didalam tungku mendidih dan menghasilkan uap panas, uap panas inilah yang nantinya akan masuk kedalam pipa-pipa besar yang kemudian akan mendidihkan aci kedelai sehingga menjadi matang. Jangan lupa diaduk dan disiram dengan dengan air supaya matang yang di hasilkan merata.

Gambar 2: Salah satu contoh tungku uap untuk produksi tahu

D.        Proses Keempat
            Pada proses dan tahapan keempat ini adalah Penuangan aci yang sudah matang kedalam alat yang disebut dengan tanggok yang kemudian dilapisi kain saringan yang besar dan halus untuk menyaring ampas aci yang sudah matang. Aci yang sudah matang pada tungku rebusan ini sudah bisa dikonsumsi asalkan disaring terlebih dahulu sehingga ampasnya terpisah inilah yang disebut dengan susu kedelai.  Setelah dituang dan disaring dengan cara kain saringan tersebut digoyang-goyangkan supaya cepat turun sari-sari dari aci tersebut.

E.                 Proses Kelima
Pada proses selanjutnya yaitu pembiangan hasil dari penyaringan aci yang telah dijelaskan diatas. Biang tahu atau ragi mungkin kata lainnya dihasilkan dari air bekas atau sisa endapan pada proses pembiangan sebelumnya. Yang telah disimpan pada wadah besar sehingga menjadi asam, inilah yang digunakan untuk biang tahu. Pembiangan merupakan proses yang sangat penting dalam tahu, karena pada proses ini akan terjadi pemisahan antara hasil aci yang telah disaring diatas dengan air. Sehingga akan terpisah antara air dengan sari kedelainya. Pada proses ini juga harus dilakukan dengan tenaga profesional supaya hasil yang didapatkan sesuai. Karena jika pada proses pembiangan tidak dilakukan dengan baik, sari kedelai dari aci tersebut akan ambles sehingga akan menghasilkan jumlah tahu yang sedikit nantinya. Sehingga pada proses ini harus dilakukan pada seseorang yang sangat mahir dan kompeten dibidangnya.

F.                 Proses Ketujuh
Proses selanjutnya adalah Pencetakan, pada proses ini digunakan alat yang biasa disebut cetakan. Cetakan ini terbuat dari kayu peregi yang dilapisi kain diatasnya untuk menampung sari tahu yang akan dicetak. Setelah itu taruh sekitar 10 kali tuangan kedalam cetakan tersebut. Lalu ditutup dengan tutupan dari cetakan tersebut dan ditekan dengan dengan menggunakan cetakan selanjutnya begitu juga seterusnya. Sehingga cetakan tersebut saling menekan dan mengpress cetakan yang ada dibawahnya sehingga air dapat terbuang dari proses ini. Dari proses ini akan menghasilkan sekitar 7 cetakan dari 10 kg kacang yang telah di rendam dan di giling  sesuai dengan penjelasan diatas. Setelah itu, cetakan dibuka satu demi satu agar kainnya tidak menempel jangan lupa ditumpuk lagi dengan cetakan selanjutnya. Setelah proses ini tahu dibalik pada papan tutup cetakan tersebut sehingga tahu tecetak dengan sempurna sehingga kita dapat masuk ketahap selanjutnya.

G.                Proses Kedelapan
Pada tahapan ini adalah proses pemotongan tahu yang telah selesai dicetak diatas. Pemotongan ini merupakan proses yang sangat bervariasi karena tergantung dengan permintaan yang mempengaruhi harga jual tahu setiap potongannya. Ada beberapa jenis potongan yang biasanya digunakan yaitu 7x7, 8x8, 10x10, 11x11 dan seterusnya tiap potongan mempunyai panjang dan lebar yang berbeda-beda. Sehingga potongan yang dihasilkan pun berbeda-beda untuk setiap tahu. Pada proses pemotongan ini hanya digunakan alat yang terbuat dari kayu dengan berbentuk persegi panjang yang ukuranya telah disesuaikan dengan standarisasi yang telah ditetapkan oleh semua pabrik tahu. Setalah dipotong hasil potongan ini lalu dimasukkan kedalam drigen yang telah diisi beberapa air supaya tahu yang dimasukan kedalamnya tetata dengan rapi dan tidak hancur pada saat dijual nanti.
Gambar 3 : Tahu yang ada di cetakan setelah proses pemotongan

H.                Proses Sembilan
Pada proses ini adalah proses perebusan supaya hasil tahunya bisa agak keras. Pada proses perebusan ini hampir sama dengan proses ketiga namun bedanya hanya pada proses ketiga yang direbus adalah aci namun pada proses kedelapan ini yang direbus adalah tahu. Supaya tahu nya tidak mudah ancur karena pada proses ini tidak digunakan formalin sama sekali untuk membuat tahu itu dan tahan lama. Pada proses ini juga digunakan tungku dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya yang ditiup dengan Blower supaya api yang dihasilkan juga besar, sehingga hasil perebusan cepat dan matang dengan merata yang nantinya akan berpengaruh terhadap hasil jual jika tidak matang sempurna. Setelah  proses ini tahu siap dijual di pasaran.


BAB III
PENUTUP

A.        KESIMPULAN

1.      Mendukung konsep yang sudah disebutkan diatas bahwa pembuatan tahu tidak membutuhkan modal yang besar. Dan bahan dasarnya pun sangat sederhana serta mudah didapat.
2.      Bahwa pembuatan tahu memberikan omzet yang cukup besar. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai titik impas.
3.      Untuk proses pembuatan tahu yang konvensional seperti ini dibutuhkan cukup banyak tenaga kerja, sehingga membuka lapangan pekerjaan.

B.        SARAN

1.     Agar kebersihan dari tempat usaha dapat lebih diperhatikan.
2.     Agar pemerintah lebih memperhatikan UKM saperti ini karena selain beromzet, juga menyerap cukup banyak karyawan.
3.      Agar jumlah pabrik tahu yang beroperasi secara modern dapat sedikit ditekan oleh pemerinta agar pabrik-pabrik konvensional seperti ini dapat terus berkembang dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA


http://ika-prosespembuatantahu.blogspot.com/2010/11/proses-pembuatan-tahu.html
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/pangan/PIWP/TAHU.PDF
http://djunareka.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-tahu-pabrikan.html
http://foods-beverages.dinomarket.com/ads/27956809/Jual-MESIN-PENGGILING-TAHU-CABE-KEDELAI-TOMAT/
http://w28.indonetwork.co.id/pdimage/11/781211_incineratormini12.jpg




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar