Jumat, 13 Desember 2013

Identifikasi Peluang Usaha Baru



Nama                 : Siti Istiqomah
Kelas/NPM       : 4ID04/36410594
Matkul Softskill : Kewirausahaan

Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, antara lain:
a.   Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
b.   Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.
c.   Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
d.  Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk yang baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang memungkinkan muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.
e.   Penelitian dan pengembangan. merupakan suatu kegiatan yang sering menemukan atau menghasilkan suatu gagasan produk baru atau perbaikan terhadap produk yang sudah ada.
Unsur-unsur analisa peluang pokok yaitu:
     a.    Biaya tetap.
     b.    Biaya variabel.
     c.    Biaya total.
     d.    Pendapatan total.
     e.    Keuntungan.
     f.     Kerugian.
     g.    Titik pulang pokok.

Suatu wirausaha yang baru didirikan, harus pintar dalam mencari peluang. Peluang-peluang yang harus diperhatikan adlah peluang segi pacar, variansi produk dan pelung dalam marketingnya. Selain melihat peluang perlu juga dalam mengembangan suatu inovasi.  Proses munculnya inovasi didapat dari beberapa uraian sebagai berikut :
1.        Wirausaha melihat adanya kebutuhan
2.        Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3.        Menguraikan masalah-maslah
4.        Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan-kesamaan
5.        Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6.        Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7.        Mencari permecahan masalah
8.        Meneliti pemecahan masalah dengan hati-hati
9.        Bergerak terus jika kesemuanya baik
10.    Mencapai keberhasilan
Pastinya setia wirausaha yang baru merintis usahanya, menginginkan usahanya tersebut terus meningkat. Oleh karena itu perlu juga diperhatikan tentang pentingnya orientasi pasar. Karena sebagian besar penyebab kegagalan wirausaha baru karena hal ini. Mereka hanya mencoba-coba tanpa memperhitungkan beberapa hal. Terlalu sering para wirausahwan meyakini gagasan produk atau jasa baru. Mereka berkonsentrasi pada pengembangan gagasan dan mewujudkan. Banyak hal yang harus di perhatikan dalam berwirausahwan, tetapi juga jangan terlalu banyak memperhitungkan segala sesuatunya yang menyebabkan kita tidak bergerak sama sehali. Hanya konsep kosong yang tidak menghasilkan apa-apa.

Pendapat Penulis: Keseluruhan unsur dan sumber serta gagasan diatas memang sangat menentukan peluang berhasil atau gagalnya suatu usaha baru yang akan didirikan. Akan tetapi, perlu diambil kesimpulan dan pendapat bahwa keseluruhan hal yang berkaitan diatas tidak hanya kita jadikan patokan atau dasar dalam pendirian suatu usaha yang baru. Keyakinan, kematangan serta persiapan yang sangat mumpuni juga sangat ampuh dalam memberikan peluang usaha yang akan memberikan keuntungan. Segala kemungkinan memang selalu ada di sertai dengan peluang yang ada juga, akan tetapi semua itu akan memberikan hasil yang terbaik bagi kelanjutan usaha yang akan didirikan.
Sumber:
Wiratmo, Masykur. Kewirausahaan. Seri Diktat Kuliah. Universitas Gunadarma
http://ediharukaze.blogspot.com/2013/04/pengertian-kewirausahaan-dan.html
http://yahya29zulkarnain.blogspot.com/2012/11/identifikasi-peluang-usaha-baru-dalam.html



Selasa, 30 Juli 2013

Tanggapan Mengenai Studi Kasus Pengelolaan Limbah Pabrik Gula Modukismo Yogyakarta

Nama   : Siti Istiqomah
Kelas/ NPM    : 3ID04/ 36410594
Tugas   : Pengetahuan Lingkungan
Berdasarkan Studi kasus dan makalah yang telah dipresentasikan yaitu mengenai limbah pabrik gula yang ada di Yogyakarta. Masalah limbah yang memang menjadi masalah yang pasti ada disetiap pabrik merupakan hal yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula adalah limbah padat yang jumlahnya cukup banyak pada tiap produksinya. Pabrik gula ini telah membuang limbahnya dengan cara  penumpukan atau open dumping. Pabrik membeli sejumlah besar lahan kemudian langsung membuang limbahnya di tempat itu. Oleh masyarakat sekitar limbah yang dibuang terutama blotong (ampas tebu) diambil secara cuma- cuma untuk pembuatan asbes, genteng, pupuk, kompos dan dijadikan bahan bakar industri batu bata, karena blotong ini masih mengandung sejumlah belerang sehingga baik untuk dijadikan sebagai bahan bakar. Sebelum blotong di buang,blotong tersebut dimasukan dalam oven dengan suhu 105˚ dalam kurun waktu 3 jam. Tujuan blotong di oven untuk mengurangi kadar air yang terdapat di blotong tersebut, sehingga tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat ketika dibuang.
Tanggapan Penulis mengenai Pabrik gula ini memberikan solusi pemecahan masalah untuk limbahnya yaitu dengan menjadikan blotong tersebut pupuk Kompos yang dapat dimanfaatkan lagi fungsinya. Proses pengomposan untuk limbah blotong ini tergolong mudah, mengingat blotong ini merupakan limbah tumbuhan yang dapat terurai dengan kata lain yaitu limbah ini bersifat organik. Menurut pendapat pribadi penulis, limbah yang dijadikan pupuk ini akan lebih bermanfaat dan memberikan nilai finansial yang cukup tinggi untuk perusahaan. Walau pada saat awal proses merubah limbah menjadi pupuk akan membuat perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih, namun seiring dengan berjalannya waktu proses pengolahan limbah dengan menjadikannya pupuk inilah salah satu cara yang terbaik. Selain memberikan manfaat seperti yang diatas, pengolahan limbah ini juga bermanfaat bagi regenerasi tumbuhan. Mengingat pupuk merupakan bahan yang dapat menyuburkan, mempercepat proses pertumbuhan, sumber makanan cadangan dan proses lain yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
Pengolahan dan pengelolaan limbah yang baik ini sangat patut untuk dicontoh oeh perusahaan gula lainnya. Menurut pribadi penulis, selain di jadikan kompos limbah blotong ini juga bisa dijadikan suatu karya tangan atau kerajinan yang unik dan menarik. Sehingga dapat memberikan nilai lagi yang lebih bermanfaat. Pengolahan dan pengelolaan limbah blotong ini dapat terus dilakukan dan diberikan perbaikan untuk proses pengolahan yang bukan hanya limbah blotong saja. Namun untuk pengelolaan limbah yang lain juga.

Selasa, 23 Juli 2013

Tanggapan Studi Kasus Dan Presentasi Dari Kelompok I Mengenai Asas-Asas Pengetahuan Lingkunga



Nama  : Siti Istiqomah
Kelas / NPM  : 3ID04 / 36410594
Tugas : Softskill Pengetahuan Lingkungan

Berdasarkan Studi kasus yang dipresentasikan oleh kelompok satu mengenai asas-asas pengetahuan lingkungan yaitu studi kasus tentang menipisnya atau tak tercukupinya kebutuhan akan air bersih baik dalam negeri ataupun dunia. Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan air bersih sangat diperlukan agar setiap individu terpenuhi. Baik untuk kebutuhan sehari-hari ataupun kebutuhan sandang dan pangan. Berdasarkan data yang ada, Indonesia pernah mengalami krisis air bersih. Dimana pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya akan air bersih, hal ini sangat menyakitkan melihat kenyataannya bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dialiri dan dipenuhi berbagai pulau yang membentang disetiap wilayahnya. Bukan hanya Indonesia yang mengalami krisis air bersih, Negara-negara lain baik Negara berkembang ataupun Negara maju sekalipun pasti pernah mengalami hal ini.
Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memanfaatkan sumber daya air yang ada dan lebih bijak dalam memanfaatkannya agar segala kebutuhan yang diperlukan dapat dipenuhi. Pengolahan air bersih yang lebih bijak akan meberikan umur dan kualitas yang aur yang lebih layak. Pemanfaatan sungai-sungai dan bantaran kali yang ada seharusnya dapat dilakukan dengan lebih optimal, bukan sekedar sebagai tempat pembuangan sampah saja yang nantinya akan menyebabkan bajir dan lain sebagainya. Kualitas air bersih dirasa sangat perlu karena jika kualitas air yang dihasilkan jauh dari kata layak, akan memberikan dampak yang tidak baik juga bagi pengguna air tersebut. Apalagi kita mengetahui dan terlihat jelas bahwa kondisi air yang ada masih jauh dari memenuhi standar kelayakan air yang dapat dikonsumsi. Hal ini memberikan permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah agar lebih memperhatikan kelayakan dari air bersih yang ada.
Sekali lagi dijelaskan dan ditekankan bahwa air adalah kebutuhan pokok mahluk hidup didunia. Oleh karena itu, karena kita sebagai mahluk hidup sangat memerlukannya, alangkah baiknya kita juga menjaga kulaitas dari air bersih yang ada. Yaitu dengan menjaga sumber mata air yang ada dengan merawat dan tidak membuang sampah disungai serta merawatnya agar kualitas air yang ada semakin baik. Tidak hanya itu, kita juga jangan terlalu mengexpos sumber daya alam yang tidak dapat diperbahurui ini. Sebagai manusia yang berhati nurani kita diharuskan lebih bijak dalam segala hal agar segala sesuatu yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk semua.

Tanggapan dan Solusi Presentasi Kelompok 8 Mengenai ISO 14000


Nama   : Siti Istiqomah
Kelas/NPM : 3ID04/ 36410594
Tugas : Pengetahuan Lingkungan

Berdasarkan presentasi yang telah dipresentasikan oleh kelompok 8 yaitu kelompok saya sendiri mengenai ISO 14000 dimana studi kasus yang disajikan oleh kelompok ini mengenai PT Surya Puspita yang memproduksi atau bergerak pada bidang industri penyamakan kulit. Sebagaimana Industri kita tahu setiap industry pasti memiliki limbah yang dihasilkan dari sisa ataupun dari bahan ynag sudah tidak terpakai. ISO 14000 merupakan suatu lembaga yang bertugas untuk memberikan lisensi kepada setiap perusahaan agar dapat standarisasi di bidang lingkungan. PT. Surya Puspita menghasilkan begitu banyak limbah, oleh karena itu limbah yang akan dibahas dari studi kasus ini hanya mengenai limbah yang dihasilkan yaitu limbah padat dan cair. PT. Surya Puspita telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 sebagai perwujudan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, sehingga akan memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan sudah menjalani proses yang ramah lingkungan.
Sertifikat ISO mensyaratkan program-program yang akan menurunkan penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dan limbah berbahaya, bukan hanya pengelolaan limbah tetapi juga minimasi limbah yang merupakan langkah untuk masa depan dalam perlindungan lingkungan. Pencemaran air merupakan hal yang sangat diperhatikan. Manfaat perbaikan kualitas limbah cair yaitu untuk memenuhi SK Gubernur Jawa Barat No. 6/1999, mengantisipasi dan memeriksa adanya masalah di pengolahan limbah cair. untuk mengatasi atau mengurangi kotaminasi tanah dan air tanah serta memenuhi peraturan tentang limbah B3, maka dilakukan clean up bak landfill sludge, pengeringan dan pengiriman ke PPLI.
Berdasarkan hal tersebut yang kita perlu memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan ISO 14000 karena perusahaan yang menerapkan ISO 14000, merupakan perusahaan yang sangat peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Perusahaan yang menerapkan dan menjalankan ISO 1400 ini merupakan suatu perusahaan yang peduli bukan hanya dari lingkungannya namun citra dari perusahaan tersebut baik untuk masa saat ini maupun masa mendatang. Konsumen adalah raja, oleh sebab itu sangat perlu perusahaan menerapkannya karena dari penerapan ini konsumen akan lebih yakin dan lebih percaya terhadap produk yang dihasilkan. ISO 14000 mengenai lingkungan merupakan bentuk komitmen lembaga ini untuk memberikan pengawasan dan pemberian sertifikat terhadap suatu lembaga atau perusahaan yang telah menerapkannya. Bukan hanya akan berdampak bagi perusahaan yang telah menerapkannya, namun bagi lingkungan dunia, karena lingkungan harus terus dilestarikan agar dunia yang kita huni dapat terjaga keasrianya. Oleh karena itu, akan lebih bijak lagi kalau kita sebagai mahluk hidup memperhatikan keadaan lingkungan sekitar kita juga. Bukan hanya egois dan tak peduli akan akibat apa yang akan ditimbulkan bila kita tidak menjaga dan terus melestarikanya.



Selasa, 04 Juni 2013

Tanggapan Studi Kasus Dan Presentasi Kelompok 6 Mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)



Nama : Siti Istiqomah
Kelas : 3ID04
NPM : 36410594
Mata Kuliah : Pengetahuan Lingkungan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan mendorong segala perubahan yang serba cepat dan instan juga dalam berbagai bidang. Tidak terkecuali mendorong terhadapnya dampak yang terjadi akibat perubahan tersebut. Dampak yang sangat nyata terlihat yaitu dampak pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan biasanya dihasilkan oleh limbah industri yang memproduksi beragam bahan-bahan atau komponen industri. Salah satu dampak limbah industri yang terlihat nyata yaitu limbah yang B3 suatu limbah yang sangat berbahaya dan beracun. Limbah B3 ini merupakan limbah yang sangat berbahaya dan beracun yang dapat mencemari dan merusak lingkungan hidup. Tidak hanya itu, golongan limbah B3 merupakan limbah yang seharusnya tidak dapat dibuang atau didaur ulang agar dapat dimanfaatkan dengan fungsi yang lain. Limbah B3 yang sangat keras dan berbahaya tersebut akan semakin parah tercemarnya jika suatu instansi atau perusahaan yang menghasilkan limbah tersebut membuangnya kesembarang tempat atau bahkan ke sungai. Bukan lagi dampak terhadap lingkungan saja yang akan dihasilkan melainkan dampak terhadap manusia yang berada disekitarnya juga terkena dampak.
Mengingat sekali lagi limbah ini sangat berbahaya dan keras sekali kandungan yang sangat berbahayanya dapat menimbulkan keracunan bahkan kematian untuk warga ataupun mahluk hidup yang berada disekitar lingkungan tersebut. Pencemaran limbah ini tergolong sangat mudah terinfeksi apabila tidak dikelola dengan baik dan benar limbahnya. Perusahaan industri merupakan pendonor limbah B3 yang paling banyak dan sangat membahayakan apabila tidak perusahaan industri ini merupakan suatu perusahaan yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, sangatlah bijak apabila suatu instansi atau perusahaan yang menghasilkan limbah bekas proses produksinya terutama limbah B3 agar mampu bertanggung jawab bukan hanya terhadap lingkungan saja akan tetapi mahluk hidup yang ada disekitar lingkungan pabrik agar dapat terhindar dari penyakit atau bahkan keracunan dan kematian yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut. Bukan hanya suatu instansi ataupun perusahaan dan pabrik yang harus bertanggung jawab akan pencemaran bekas limbah industri yang mereka hasilkan akan tetapi peran pemerintah. Peran pemerintah dirasa sangat perlu sebagai tim pengawas yang sigap memberikan sangsi yang tegas terhadap instansi perusahaan atau pabrik yang tidak menaati peraturan dan prosedur mengenai pengelolaan limbah bukan hanya limbah B3 yang sangat berbahaya, akan tetapi seluruh limbah yang dihasilkan dari proses produksi tersebut agar tidak terjadi dampak bagi lingkungan dan mahluk hidup yang berada disekitarnya.
 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat seharusnya mendorong setiap instansi terkait dapat memanfaatkan limbah agar lebih bijak dan tidak menganggu ekosistem dan mahluk hidup yang lain.


Senin, 03 Juni 2013

Tanggapan dan Solusi Presentasi Kelompok 5 Mengenai Masalah Pertambangan



Nama : Siti Istiqomah
Kelas/NPM  : 3ID04/ 36410594
Tugas : Pengetahuan Lingkungan

Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Banyak sumber daya yang ada di Indonesia yang dapat dijadikan objek dan sumber rejeki bagi setiap rakyat Indonesia. Salah satu sumber daya yang melimpah yang ada di Indonesia adalah dari sector pertambangan yang melimpah ruah tersebar dari sabang sampai merauke. Potensi ini yang memberikan rakyat Indonesia dapat mengexplore segala hasil bumi yang ada di tanah air ini. Salah satunya hasil tambang yang sangat berharga adalah emas. Suatu hasil penelitian yang dilakukan berada di Dusun Sangon, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan Dusun Sangon tersebut akibat penggunaan merkuri (Hg) pada proses penambangan emas rakyat di wilayah tersebut.
Pengolahan Bijih emas di Dusun Sangon dengan teknik amalgamasi umumnya di lakukan di halaman rumah dan di pinggir sungai, yang berdekatan dengan lokasi tambang dengan memakai gelondong (Mesin Tromol). Satu lokasi pengolahan bijih menggunakan 1–6 gelondong dan setiap gelondong dapat mengolah 12-25 kg bijih dalam sehari. Bijih dimasukkan ke dalam gelondong ditambahkan air dan merkuri kemudian diputar selama 4-8 jam dengan menggunakan tenaga mesin generator (mesin diesel). Setelah proses amalgamasi selesai, amalgam dipisahkan dari tailingnya dengan cara diperas dengan kain parasut dan tailingnya dialirkan ke tanah dan ke sungai sehingga terjadi kontaminasi terhadap lingkungan. Penambangan emas rakyat yang menggunakan merkuri pada proses pengolahan emas tentunya berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan khususnya pencemaran tanah, air permukaan (sungai) dan air bawah tanah.
            Berdasarkan hal diatas banyak sekali dampak yang terjadi akibat dari penambangan yang dilakukan oleh warga Yogyakarta ini. Mengingat penambangan emas yang mereka lakukan masih tergolong sangat sederhana, belum lagi resiko yang ditimbulkan dari bahaya penambangan tersebut. Bukan hanya penyakit kulit atau dampak penyakit lain yang ditimbulkan akibat dari penggunaan merkuri sebagai campuran dalam memisahkan proses penambangan emas dengan bahan yang tidak terpakai. Dampak lingkungan akibat penambangan ini pasti akan terjadi karena merkuri merupakan cairan kimia yang sangat berbahaya terhadap lingkungan. Sebagai contoh jika limbah air sisa penambangan tersebut dialiri ke sungai, seluruh biota laut akan mati akibat tercemarnya air sungai itu. Tidak hanya itu, air merupakan sumber kebutuhan manusia air yang tercemar secara tidak langsung akan mengalir ke segala arah sehingga dampak pencemarannya akan semakin luas.
Sebagian warga Indonesia masih belum mendapatkan fasilitas air bersih yang layak sehingga apabila pencemaran ini semakin meluas dapat dipastikan bahwa penyakit-penyakit lain pun akan timbul bukan hanya penyakit-penyakit yang telah dijelaskan oleh kelompok 5 akan tetapi penyakit-penyakit lain yang mungkin akan timbul baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, sebagai manusia dan warga Negara yang baik seharusnya kita dapat memanfaatkan segala kelebihan dan kelimpahan sumber daya yang dimiliki khususnya emas. Selain pengembangannya yang bijak, alangkah baiknya kita dapat memberikan dan memperhatikan dampak-dampak lain akibat proses penambangan yang dilakukan sehingga dampak-dampak dari masalah penambangan dapat diminimalisir dan diolah dengan baik.